Keluarga PPA MASA SMART

ini adalah salah satu foto keluarga PPA MASA SMAN 1 Rejotangan, Walaupun Masih belum Semuanya. :D

Pengukuhan Ambalan

inilah salah satu momentum pada saat prosesi upacara pengukuhan Ambalan Arjuan-Srikandi Pangkalan SMAN 1 Rejotangan yang diikuti oleh adik adik tamu ambalan.

The Real Exiting

Outbond waktu penempuhan ambalanku.

Jelang Fajar 2013 STKIP PGRI Tulungagung

Ketika Finish di Jelang Fajar, ( Tio dan Candra Panglima)

Keluarga PRASAMRETA senior

udah pada tua" tuh semuanya

Foto para Juara Jelang fajar STKIP PGRI Tulungagung

akhirnya dari sekian lama bisa juara lagi. alhamdulillah

Lomba lintas alam HUT NIPONK

salah satu pemandangan dari pucuk gunung. walau panas"an dan kehausan serta kelaparan.

Kegilaan pas KIA on The Road 1437 H

Wah sebuah kenangan yang semoga gak akan dilupain.

At Least. . . .

Akhirnya para petualang ini menemukan tempat yang berisi pohon" hijau. . . seakan menemukan OASIS.

IPC 1437 H

Sayang banget gak ada potoku disini, padahal yang paling sering moto. malah jarang banget di foto.

21 March 2017

Jalan dan Waktu

Malam berhembus dingin menusuk tulang-tulangku ini. Tapi itu semua tak terasa bagiku, lebih...
Lebih... besar rasa rinduku kepadanya.
Malam itu mungkin tengah malam sudah lewat, aku melihat mata mereka yang sayup-sayup kecapaian. Perih hati ini. Sakit hati ini melihat mereka seperti itu.
Atau mungkin aku baru sadar, dari sekian tahun aku bersama mereka, mereka selalu seperti itu. Menahan sakit menahan derita yang tiada tara. Menahan semua keinginan mereka hanya untuk kami.

Aku sudah tak lagi punya rasa, punya keinginan untuk menolak setiap apa yang mereka katakan ataupun perintahkan. Lalu bagaimana mungkin?
Masih ada yang tega berkata-kata kasar kepada mereka ?
Sekaku apa hati mereka?
Apakah dia tidak tahu ???
Apakah dia tidak melihat dengan matanya yang masih sehat ?
Apakah dia tidak mendengar suara kerja keras dari mereka ?

Betapa keras hatinya?
Dan betapa sulit hatinya untuk luluh..
Atau terlalu kaku??
Apa yang diinginkannya?
Kenapa masih tetap saja.

Tetap hidup seperti anak kecil?
Padahal dulu aku sudah menganggapnya dewasa?
Kenapa sekarang seperti ini ?
Waktu bertahun-tahun tak membuatnya sadar?

Di akhir pertemuanku dengan mereka.
Mata mereka terlihat berlinang air mata, matanya merah, suaranya mulai bergemetar.
Aku takut.
Aku takut.
Aku sangat takut.

Jika itu adalah saat terakhir kalinya aku melihat mereka.
Aku masih ingin memberikan sesuatu kepada mereka. Bukannya masih ingin meminta lagi kepada mereka.

Ya Allah, tolong berilah sedikit waktu lagi..
Sedikit waktu lagii
Agar kami bisa ke tanah suci mu..
Agar kami bisa merasakan nikmat beribadah di tanah nabi yang engkau cintai

Agar aku bisa memberikan sedikit kebahagian kepada.
Memang benar aku tak akan mampu membalas semua perbuatan baik mereka.

Dengan cara apa lagi aku bisa mewujudkannya ?
Secara logika, masa depan
Ataupun..
Tidak ada pilihan lain selain terus menggapai kesuksesan.
Jika tidak cita-cita tersebut tak akan pernah terwujud.

Aku takut.
Aku takut jika mereka sudah Engkau panggil sebelum aku sempat memberikan sedikit kebahagian kepada mereka.

Sudah tak ada lagi cita-cita selain beribadah kepada Mu dan membahagiakan mereka.
Aku pun tidak begitu peduli dengan siapa nanti jodohku, ataupun bagaimana kehidupanku nanti.
Umurku pun aku rasa tidak akan begitu panjang...

Mungkin 40 tahun
Atau bahkan mungkin tidak lebih dari itu..
Kurang dari 35 mungkin..
Atau mungkin bisa aja kurang dari 30 tahun

Hanya 5 tahun, hanya 5 tahun..


Rasa Cintaku yang Paling Dalam hanya kepada Mu.
Bagaimana mungkin aku merasa ikhlas dan sabar dengan semua kekurangan dan cobaan ini, jika aku tak mencintai Mu. Aku mungkin sudah menjadi orang paling jahat dan dzalim di muka bumi, jika aku tidak mencintai Mu.

Seluruh hidupku aku ingin hibahkan Kepada Mu.


12 March 2017

Jalan

Akankah hati ini mulai tersenyum lagi, mulai merasakan kebahagain lagi.
Ah tidak, hidupku yang sederhana ini sudah membuatku sangat bahagia.

Makan yang mungkin cukup 2 kali dalam sehari, yang terkadang satu hari pun sanggup hanya mengeluarkan 6 ribu rupiah saja. Minum dari tempat air minum yang tersterilisasi dengan sinar ultraviolet yang sangat gratis. Dan jalan kaki dimanapun dan kemanapun kecuali ada yang memberikan tumpangan.

Jalan yang semakin hari semakin berat, entah berapa jarak yang kutempuh setiap hari dengan jalan kaki, 5 kilo mungkin, atau lebih.

Kaki yang kemarin aku gunakan setiap hari yang mungkin saja telah menempuh 10 kilo per hari. Di hari ke lima kaki sempat merasa begitu pegal dan keram,. Sebenarnya ini bukan kali pertama, tapi sudah sering kali terjadi di semester-semester yang lalu.

Aku tidak mengeluh dengan keadaanku yang seperti itu, akan tetapi terkadang aku iri dengan mereka yang sanggup berkontribusi lebih, ataupun yang sanggup berbuat kebaikan yang lebih dengan kemampuan-kemampuan mereka.

Meskipun begitu, cobaan tetap saja hadir, entah berbagai masalah apapun datang. Aku hanya bisa berpuasa dan bersabar dan terus berikhtiar. Mungkin ini juga yang terkadang membuat ghirahku berkurang atau melemah. Aku jarang begitu berambisi dalam memperoleh sesuatu, aku hanya melakukannya semampuku saja, dan ghirah tertinggi biasanya aku manifestasikan dalam Iman, dan beribadah.

Sampai ketika kau menulis tulisan ini pun, kaki ku ini tetap merasa pegal dan sedikit sakit. Terasa bahwa sampai semester ini atau mungkin sampai perkuliahan ini berakhir kaki ini akan tetap merasakan sakit ini.

Meskipun begitu tak apa lah, aku hanya begitu iri kepada mereka yang mempunyai mobilitas, kendaraan, yang membuat mereka bisa pergi kemana saja, pergi datang ke kajian di Al falah ataupun di bungkul ataupun juga di masjid Al irsyad. Ataupun ke MMI, tanpa membuang buang banyak waktu mereka, atupun mereka yang bisa menge-les-i sehingga mereka bisa mendapat sedikit rezeki.
Ya allah, apakah aku masih kurang berikhtiar dengan kondisiku sekarang.

Bukanlah engkau maha kaya, maha pemurah dan maha penyayang serta maha pengabul doa.
Banyak doa-doa ku yang masih belum engkau balas.

Doa-doa agar aku mempunyai sebuah smartphone, terserah lah bagiamanapun bentuknya, yang aku inginkan dari smartphone itu aku bisa berdakwah dan bersyiar lewat media sosial lebih gencar dan lebih responsif, ataupun sebuah yi cam atau go pro yang bisa merekam kajian jika aku tak memilikinya mungkin KINI bisa memilikinya.

Doa yang sudah aku panjatkan hampir satu tahun yang lalu, tetapi aku tidak pernah kecewa dengan doaku kepadamu.

Ya allah kapankah, engkau mulai mempercayakan sedikit dari kekayaan yang begitu luas dan begitu luar biasa kepadaku untuk aku gunakan ke jalanmu?

Kapankah itu ya Allah?

Akankah aku saat ini sampai akhir hayat ku akan tetap menjadi seseorang yang tidak sanggup memberi kepada orang lain, sampai-sampai aku terus yang diberi dan dikasihani.
Aku tetap tidak kecewa untuk terus berdoa kepadamu ya Allah.

Ampunilah dosa-dosaku ya Allah, mungkin semua cobaan yang engkau berikan kepadaku tersebut, sebagai rasa sayangmu kepadaku. Sebagai rasa cintamu kepadaku, agar dosa-dosaku dapat berguguran dengan cobaan-cobaan yang terus datang kepadaku.

Ampunilah aku Ya Allah.
Ampunilah aku Ya Allah .


PENAT

Sejenak hari-hari terasa semakin penat,
Mungkin karena diri ini yang terlalu kaku.

Banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus terus direnungkan.
Yang harus diusahakan agar tetap terkendali dan tidak terlalu jauh meleset.

Penantian atau perjuangan,
Perjuangan lebih tepatnya. Menanti itu bukanlah hal yang baik bagi para ikhwan.
Para pemuda.
Bergerak menuju hal yang lebih baik.

Demi kontribusi yang lebih besar lagi, dan demi kebermanfaatan yang semakin massif.

9 February 2017

Essay Dai Ideal

Essay Dai Ideal

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung” [Ali Imran:104]

Ayat diatas mengawali essai saya tentang Dai yang ideal, dimana Da’i sangat berkaitan dengan Dakwah. Dakwah sendiri memiliki tujuan yang sangat mulia, sebagaimana tujuan dakwah dari para Rasul dan juga para pengikutnya, secara keseluruhan ialah mengeluarkan manusia dari gelapnya kejahilan menuju cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari kekufuran kepada keimanan, dari kesyirikan menuju tauhid dan dari kesempitan dunia menuju kemaha-luasan akhirat. Akan tetapi tantang menjadi seorang dai sangatlah besar, tidak hanya dituntut untuk memiliki ilmu yang begitu luas dan bermanfaat, tetapi beliau juga harus sanggup menjaga keikhlasannya dalam berdakwah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,: 

“Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al masih Ad Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya” [1]

Begitu lekat syaitan mengusik dan membuat segala tipu daya kepada manusia untuk menggugurkan amal ibadahnya. Dan tak hanya itu, bahkan syaitanpun sanggup menjerumuskan manusia dengan perkataan “nanti dikira riya’ sama orang-orang, dan gak dapat pahala sama sekali, mending gak usah dilakuin aja”. Seperti itulah salah satu kalimat yang dia tusukkan bertubi tubi ke hati manusia agar manusia tersebut tidak jadi beramal. Ketika kita pun ragu untuk menjadi seorang Da’i dan lebih memilih diam karena nanti dibilang riya’ ataupun sok alim. Sebenarnya kita sudah menjadi riya’, karena pada dasarnya ri’ya itu juga melakukan sesuatu karena orang lain, berdiam diri karena tidak ingin dibilang sombong oleh orang lain. Juga bisa disebut riya’ jika hal yang tak kita lakukan tersebut adalah sebuah kebaikan.

Seorang Dai pun tak hanya dituntut untuk memiliki ilmu Agama, akan tetapi juga ilmu-ilmu lainnya. Seperti Ilmu tentang  keadaan orang yang hendak didakwahinya, ilmu tentang metode dakwah. 

Orang yang tidak memiliki ilmu, tidaklah pantas untuk menjadi seorang da’i, karena akan lebih banyak membuat kerusakan dibanding perbaikan. Berapa banyak kerugian yang disebabkan para da’i karbitan, baik pada dirinya, ataupun pada dakwah itu sendiri. Tanpa memiliki ilmu, maka runtuhlah da’i itu dihadapkan kebatilan yang disebabkan karena kejahilannya atas apa yang didakwahkannya. Oleh sebab itu, dilarang menempatkan seseorang yang tidak berilmu sebagai da’i.

Dan juga seorang Dai yang pasti harus mengamalkakan apa yang didakwahkan. Karena dai juga sebagai surit tauladan bagi orang lain yang didakwahkannya. Allah pun begitu membenci orang-orang yang berdakwah akan tetapi tidak melakukan apa yang telah didakwahkannya kepada orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan” [AshShaf:2-3]

Sumber :
[1] H.R Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami’ (2604)
[2] https://almanhaj.or.id/2565-sosok-ideal-seorang-dai.html
[3] http://muslim.or.id/5470-riya-penghapus-amal.html


Cara nunjukin sayang mu ke si dia


Cara nunjukin sayang mu ke si dia 




1. Ketika dia sedang bosen : pancing dia buat cerita ama hal yang dia sukai.

2. Ketika dia sedang sedih : jadi orang pertama kali yang mengusap air mata di pipinya.

3. Ketika dia sedang sakit : jadi orang yang pertama kali ngejenguk dia.

4. Ketika tiba-tiba dia nge chat bilang “aku kangen sama kamu”
Jangan bales chat nya!!!, tapi samperin dia, sambil ngasih bunga atau es krim ke si dia ucapin “aku juga kangen sama kamu!!”

5. Kalau gak bisa datengin dia : coverin lagu yang manis buat dia.

6. Ketika dia lagi biasa-biasa aja : kasih barang-barang yang unik, atau bilang “kamu kok sekarang jadi cuek gitu yaa??”

7. Ketika dia lagi seneng : jangan ganggu dia, kerjain urusuan-urusanmu yang belum kelar dulu!!

8. Kalau dia bilang “aku gak ingin ngomong lagi sama kamu”. Mungkin kamu udah keterlaluan nyakitin perasaannya.

9. Kalau dia udah mulai sering bilang “... terserah.”
Wahh kunci jawabannya masih belum ketemu niiii wkwkwkwk.


2 February 2017

5 sentimeter per detik : 5 Tahun

5 Tahun dan masih belum bisa move on.




Sudah 5 tahun lebih mungkin, dari kelas 1 SMA, masih inget tuh, pertama kali ngenal dia. Lewat chattingan Facebook yang gak sengaja, dan gak ada niatan apa pun.

Berawal dari cuma pengen ngenal kegiatan pramuka di sekolahnya, sampai sampai secara gak sadar juga sharing-sharing antar pengalaman, dan seringkali aku yang curhat masalah organaisasi di SMA ku sama dia. Hal yang membuat lama-kelamaan jadi “NYAMAN” buat curhat sama dia. (meskipun sampai saat ini, tetep gak ada orang yang aku curhatin selain dia).

Dari ke”NYAMAN”an tersebut, lama-kelamaan, mungkin hanya sekitar 3 bulan dari bukan siapa-siapa sampai mulai semakin deket, tanpa ada status apapun, saling senda gurau, dengan sms ataupun lewat facebook, waktu itu masih belum ada whatsapp, instagram, line dan sebagainya. Dan hal itu berlangsung cukup lama mungkin sampai akhir 2012.

Karena kesibukan di kelas 2 ku yang mulai sibuk atau bisa dibilang sangat sibuk, dan penuh masalah, hampir setiap hari ahad aku selalu ada acara di sekolah, entah itu kamping, lintas alam, survey, penghijauan, dan lain-lainnya. Gak hanya itu, setiap hari aku selalu pulang sekitar jam 3 dan seringkali hampir maghrib aku baru pulang. Dan malamnya pun masih aku sempatkan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah, ataupun membuat surat-surat, proposal dan sebagainya.

Karena sesibuk itu, aku hanya bisa mengajaknya “KOMUNIKASI” intens di malam hari aja, kadang sampe larut malem. Tapi karena kesibukan yang mulai bertubi-tubi tersebut, tiba-tiba dia mulai bosan sama aku. Yah aku ngerti, mungkin karena aku stuck, dan Cuma berhenti di situ aja. Buat ketemuan aja selalu gak bisa, kadang dia kosong di jumat dan aku ada acara di hari jumat, kadang dia kosong di hari ahad, dan aku ada acara di hari ahad, dan begitupula sebaliknya. Malam-malam ketemuan? Aku gak begitu suka bertamu dirumah cewek malem-malem lagii.

“Nelpon?”  jujur aku gak pernah berani buat nelpon, karena selain ngehabisin pulsa, juga agak malu kalau dilihat orang rumah nelpon-nelpon orang. Aku memang orangnya pendiem dan pemalu.

Dia mulai menjauh pergi, ketika mungkin aku dulu pernah nyakitin hatinya. Meskipun sebenernya aku gak bermaksud atau hanya sekedar bercanda, atau dulu mungkin aku Cuma pengen ngeliat reaksinya. Kalau marah mungkin dia ada rasa sama aku, kalau biasa-biasa aja berarti aku yang bertepuk sebelah tangan. Saat itu juga saat ibuku sedang dirawat di rumah sakit, dan hampir setiap hari aku menginap di rumah sakit. Waktu itu minggu ke dua saat Ramadhan. Semua undangan buka bersama gratis aku tolak, untuk tetap menjaga ibuku di rumah sakit. Di saat itulah, mungkin aku udah gak sengaja nyakitin hatinya.

Entah apa yang aku bilang dulu, (karena aku emang orangnya pelupa). Pengenku dulu di saat ulang tahunnya aku pengen ngasih dia sesuatu, akan tetapi karena halangan tadi, aku gak sempat buat ngasih hadiah ke dia, sampai tertunda berbulan-bulan.

Aku masih inget kenangan yang membuat ku jantungku berdebar-debar serasa berdetak 10 kali dalam satu detik. Meskipun Cuma ngobrol 5 menitan, tapi begitu .......... ah susah ngomonginnya..

Mungkin bagi orang yang gak pernah pacaran kayak aku ini yang Cuma bisa ngerasaiin.
Iya Cuma 5 menit, sebenernya kalau gak ada undangan dari sekolah lain aku mungkin bisa sejam 2 jam an. Dia pun juga ngajak aku buat mampir ke rumahnya, atau malah nyaranin,

“kalau jauh kenapa tetep kesana ?”

Dalam hati aku pengen ngejawab, “aku juga pengen ngobrol lebih lama lagi sama kamu”.

Tapi itu saat dia mungkin masih ada rasa sama aku.

Sekarang 5 tahun sudah berlalu, dengan chattingan yang selalu berakhir dengan mandeg, atau bentrok atau selalu gak sepikiran.

Aku ragu, ragu banget kalau dia ada rasa sama aku.
Wah seharusnya aku udah yakin kalau dia udah gak ada perasaan sama aku.

5 tahun broo.

5 tahun, sekarang dia udah kuliah nan jauh disana, jarak bukan lagi ribuan sentimeter kayak dulu, sekarang udah ratusan ribu meter.

Dan pasti tuh, dikampusnya banyak cowok-cowok yang jauh lebih ganteng dari aku, yang imannya jauh lebih bagus dari aku, yang jauh lebih mapan dari aku, yang jauh lebih care dari aku.

Logikanya udah gak ada harapan lagi.

Mungkin 5 tahun lagi jaraknya bakal semakin jauh, dari ribuan sentimeter, menjadi ratusan ribu meter, dan menjadi ribuan atau mungkin puluhan ribu kilometer.

Layaknya jarak yang semakin menjauh 5 sentimeter per detik.



11 September 2016

UPGRADING MEDIA 1 Done !!!

Alhamdulillah

Upgrading Media 1, 7 september kemarin selesai dengan lancar... meski aku jadi PJ dan aku tinggal kelas jam 4 nya, alhamdulillah berjalan lancar... meskipun awalnya persiapan begitu mendadak cuma 5 hari belum bikin surat dll. pesen banner bikin cinderamata buat pemateri dan sembarang-barang wes...

alhamdulillah diberi kelancarang sama Allah...

sekarang tinggal nyelesaiin buntut-buntut kegiatannya.. wkwkwk

uwh iya pematerinya pun kece-kece...

sebenernya materi pertama mas fahad, tapi pas minggu kemarin dia bilang lagi ngedrop dan minta pengganti... akhirnya ini nih yang jadi penngganti nya.... gak kalah kece juga sama mas fahad...

HOD PRC HIMATEKK 2015/2016




 ini nih materi DASAR DESAIN dari mas Fahmi Reza Wijanarko.




Yang ini materi tentang Teknik Dasar Menulis dan Reportase oleh mbak Endah Sulistiawati... Pimpinan Utama EMISSIVITY 2015/2016..

wah ditunggu juga nih pemateri yang kece-kece buat Upgrading Media 2...


Alhamdulillah di Tekkim Pun banyak stok pemateri yang kece-kece.. :D