18 September 2013

Diari # 2

                Apakah selalu begini, hari hariku. Aku tak pernah merasakan sesuatu yang bisa aku buat sebagai cerita. Meskipun hari ini banyak sekali hal hal yang tidak biasa aku lakukan.
                Kenapa aku takbisa menceritakan pengalamanku. Bahkan pengalaman hari ini mencangkup banyak sekali. mulai dari bersekolah, baris, bercanda gurau, tertidur di rumah saudara karena kelelahan habis baris, membuat pesenan dari corel, lihat naruto dan ngirim file corel, dan yang terakhir buat cerita ini.
                Ahhh, lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap psikologi . dan yang terpenting aku bukanlah orang yang romantis, dan bahkan tak sanggup mengeluarkan isi hatiku. Sudah sejak dari dulu hatiku ini terkekang dalam dalam. Semua masalah aku coba pendam sendirian, itu semua aku lakukan agar tak ada orang yang ikut merasakan sakit yang kurasa.
                Sungguh dari dalam hatiku ini aku ingin meluapkannya secara terbuka. Agar suatu saat nanti aku tak akan pernah menyesali hal hal yang aku pendam ini. Sungguh, dalam hatiku, aku inigin mengatakan dengan sepenuhnya aku sayang kamu. Tapi logika ini terus berkecamuk.
                Apakah aku benar sayang ke kamu atau hanya sebuah ilusi sementara saja ?. apakah aku harus mempedulikan seseorang yang belum tentu dia juga mempedulikanku. Memang benar aku tak pernah berbuat sesuatu untuknya. Aku selalu menjadi pecundang. Sampai pada akhirnya, untuk kesekian kalinya. Aku pendam rasa ini lagi dalam dalam di hatiku.
                Aku tak ingin jadi seorang yang minta dikasihani. Aku juga tak ingin menjadi seorang yang meminta untuk dicintai secara memaksa. Aku tak tahu, apakah pilihanku ini benar atau tidak. Aku hanya bisa menegakkan kepalaku dan meluruskan pandanganku. Dan terus menikmati hidup sesukaku tanpa keluar dari batas aturan aturan.

                Ingin rasanya aku punya rasa sayang yang sebenar benarnya dan aku pasti usahakan untuk selalu peduli akan dirinya. Tapi entah kapan aku punya rasa itu ? dan  terhadap siapa rasa itu aku sandarkan ?. . . . .. 

Respon:

0 komentar:

Post a Comment