28 October 2013

MALAM yang GELAP

Sinar rembulan yang redup menyinari jalan setapak yang kulalui. Sore telah berganti malam, dan suara jangkrik senantiasa menemani perjalananku ini. Memang masih cukup jarang ada perumahan di sekitar sini. masih dipenuhi dengan pepohonan lebat yang tinggi menjulang seakan tak mempersilahkan cahaya rembulan untuk menyentuh tanah.
Jalanan masih berbatu terjal dan daun daun pohon melambai lambai dari atas jalan. Suara gesekan pohon bambu terdengar di sana sini, kreeket, kre.eket, bersama tiupan angin yang seperti ingin mengajak bermain. Aku hanya termenung sambil tetap terus berjalan.
Aku tersentak, dari kejauhan ada sebuah sinar, sinar kuning yang cukup redup tepat lurus dari jalan yang sedang kutapaki. Suara dercitan pohon bambu kian keras terdengar, dedaunan pun melambai-lambai dengan cepat. Dan tanganku tak kuasa untuk berkirangat dingin.
Rembulan kini telah mulai diselimuti awan, sampai malam itu terasa sangat gelap bagiku.   Dag dig dug, hatiku berdetak kencang. Kian lama aku kian melambatkan langkahku sampai aku tak sadar kalau aku sudah berhenti. Namun cahaya itu malah semakin besar dan besar. Terdengar suara sreek, sreekk, sreek, dan suara itu makin terdengar jelas bersamaan datangnya cahaya itu.
Tak sadar langkahku malah berpijak mundur, karena cahayanya sudah . . .. . . . . .
               
“wah ternyata kakak ta ini, aku kaget banget tadi, kirain ada hantu”
“hahahaha” kata kakak tersebut sambil memegang tongkat yang dipukul pukulkan ke tanah. Cahaya lampu petromaks yang redup ia bawa di tangan kirinya, dan dari cahaya itulah aku melihat sepasang matanya sedang tertutup.
“maaf, mata kakak apa sedang sakit?”
“sejak lahir, mata saya sudah buta dik” katanya sambil tersenyum.

“hahahahahaha, kakak itu bodoh apa kenapa ? Masak masih bawa lampu petromaks, kalau sudah tahu gak bisa melihat ?”
“aku takut, nanti ada orang lain yang gak sengaja menabrakku di malam malam seperti ini” katanya sambil tetap meneruskan berjalan.

Aku termenung dengan sangat dalam.


Nah ayow cari tahu apa makna dari cerita saya ini ya !!!
see ya for the next story

By Nicksupper

Respon:

0 komentar:

Post a Comment