2 January 2015

Diari - 1 Januari 2015

Soe Hok Gie, memperkenalkan secara jelas kehidupan demonstrator, khususnya demonstrator mahasiswa. Dimana ada sebuah kemunafikan akan pujian. Seseorang dipuji sekaligus diasingkan.

Betapa ia rindu akan sebuah kemesraan yang nyata bahkan sampai di akhir hidupnya ia tetap merindu akan hal tersebut. Akan tetapi sampai mati pun ia tetap sendirian. Bahkan kota kelahirannya pun menolak dirinya.

Lagi lagi hari ini aku hanya termenung, tanpa melakukan kegiatan yang berarti. Banyak kegiatan-kegiatan penting yang kulewatkan. Dan banyak pula kegiatan-kegiatan positif yang kutinggalkan.

Aku seperti pasif dan taka da pergerakan.

Aku pasif dan mungkin lama-lama, jika tetap, aku akan jadi batu.


Respon:

0 komentar:

Post a Comment