8 June 2015

Aku yang sudah mulai mengakui tentang perasaanku ini

Memang menahan perasaan itu tak baik, tapi mengeluarkannya secara sembarangan itu juga bukanlah tindakan yang mulia. Bukan tanpa alasan aku mengatakan hal tersebut. Aku lihat banyak orang-orang yang mengeluarkan perasaannya secara sembarangan tanpa dikendalikan dan dipikirkan dampak dari perbuatannya tersebut. Tapi menahan perasaan terus menerus juga bukanlah hal yang baik.

Aku adalah orang yang jarang mengeluarkan perasaanku secara terbuka. Aku lebih cendurung untuk memendamnya sendirian di dalam dadaku. Seringkali berbagai perasaan yang datang aku pendam dalam-dalam, sampai aku tiba di suatu titik. Dimana aku tak bisa lagi mengeluarkan isi perasaanku, bahkan ketika aku ingin mengeluarkannya. Tak hanya itu, seringkali aku dikatakan cuek, dan berhati dingin. Mereka semua tidaklah salah mengatakan hal tersebut kepadaku. Karena pada dasarnya perkataan mereka adalah hasil dari sikapku terhadap mereka. Sampai aku menarik kesimpulan bahwa aku tak bisa lagi menyampaikan perasaanku kepada mereka, sesuai dengan apa yang ingin aku sampaikan. Itu semua karena aku terlalu memendam perasaan dan tak pernah mengeluarkannya secara baik.

Sebuah penyakit yang kronis dan perlu untuk disembuhkan memang, akhir-akhir ini aku baru sadar, bahwa hakikat manusia adalah seorang makhluk yang mempunyai perasaan. Menurutku, manusia bukanlah robot yang tetap bekerja walau tanpa perasaan. Sebagai manusia seharusnya wajar dan menjadi hak untukku untuk mengeluarkan isi hatiku sesuai porsi yang diperbolehkan. Bukannya justru menahannya dan berpura-pura tidak merasakan apa-apa.
Seolah-olah merasa kuat, karena sanggup menahan perasaan dan dingin. Aku dulu mungkin berpikiran seperti itu, tapi menurutku pemikiran seperti adalah salah. Manusia memang sangat rapuh, oleh karena itu manusia membutuhkan tempat sandaran. Oleh karena itulah banyak manusia yang mencari perlindungan baik dengan keluarga, sahabat, dan lain-lain. Tapi bukankah mereka juga mahkluk yang lemah ?

Perasaan bukanlah sesuatu yang lemah atau dianggap menggnggu, justru dengan perasaan-perasaan yang mudah rapuh tersebut, yang dapat membuat kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan pencipta alam. Allah Azza wajala. Justru dengan perasaan tersebutlah kita bisa menangis sekuat-kuatnya karena menghadapi cobaan yang sangat pedih, dan kita hanya bisa pasrah kepada Allah. Tanpa adanya perasaan tersebut, kita tak akan sanggup menyentuh nikmatnya beribadah kepada Allah. Dan tempat munculnya sebuah parasaan adalah dari Hati. Dan dengan hati yang sucilah bisa melakukan hal tersebut, sayang saat ini banyak Hati yang sedang sakit dan rapuh….


Respon:

0 komentar:

Post a Comment