12 March 2017

Jalan

Akankah hati ini mulai tersenyum lagi, mulai merasakan kebahagain lagi.
Ah tidak, hidupku yang sederhana ini sudah membuatku sangat bahagia.

Makan yang mungkin cukup 2 kali dalam sehari, yang terkadang satu hari pun sanggup hanya mengeluarkan 6 ribu rupiah saja. Minum dari tempat air minum yang tersterilisasi dengan sinar ultraviolet yang sangat gratis. Dan jalan kaki dimanapun dan kemanapun kecuali ada yang memberikan tumpangan.

Jalan yang semakin hari semakin berat, entah berapa jarak yang kutempuh setiap hari dengan jalan kaki, 5 kilo mungkin, atau lebih.

Kaki yang kemarin aku gunakan setiap hari yang mungkin saja telah menempuh 10 kilo per hari. Di hari ke lima kaki sempat merasa begitu pegal dan keram,. Sebenarnya ini bukan kali pertama, tapi sudah sering kali terjadi di semester-semester yang lalu.

Aku tidak mengeluh dengan keadaanku yang seperti itu, akan tetapi terkadang aku iri dengan mereka yang sanggup berkontribusi lebih, ataupun yang sanggup berbuat kebaikan yang lebih dengan kemampuan-kemampuan mereka.

Meskipun begitu, cobaan tetap saja hadir, entah berbagai masalah apapun datang. Aku hanya bisa berpuasa dan bersabar dan terus berikhtiar. Mungkin ini juga yang terkadang membuat ghirahku berkurang atau melemah. Aku jarang begitu berambisi dalam memperoleh sesuatu, aku hanya melakukannya semampuku saja, dan ghirah tertinggi biasanya aku manifestasikan dalam Iman, dan beribadah.

Sampai ketika kau menulis tulisan ini pun, kaki ku ini tetap merasa pegal dan sedikit sakit. Terasa bahwa sampai semester ini atau mungkin sampai perkuliahan ini berakhir kaki ini akan tetap merasakan sakit ini.

Meskipun begitu tak apa lah, aku hanya begitu iri kepada mereka yang mempunyai mobilitas, kendaraan, yang membuat mereka bisa pergi kemana saja, pergi datang ke kajian di Al falah ataupun di bungkul ataupun juga di masjid Al irsyad. Ataupun ke MMI, tanpa membuang buang banyak waktu mereka, atupun mereka yang bisa menge-les-i sehingga mereka bisa mendapat sedikit rezeki.
Ya allah, apakah aku masih kurang berikhtiar dengan kondisiku sekarang.

Bukanlah engkau maha kaya, maha pemurah dan maha penyayang serta maha pengabul doa.
Banyak doa-doa ku yang masih belum engkau balas.

Doa-doa agar aku mempunyai sebuah smartphone, terserah lah bagiamanapun bentuknya, yang aku inginkan dari smartphone itu aku bisa berdakwah dan bersyiar lewat media sosial lebih gencar dan lebih responsif, ataupun sebuah yi cam atau go pro yang bisa merekam kajian jika aku tak memilikinya mungkin KINI bisa memilikinya.

Doa yang sudah aku panjatkan hampir satu tahun yang lalu, tetapi aku tidak pernah kecewa dengan doaku kepadamu.

Ya allah kapankah, engkau mulai mempercayakan sedikit dari kekayaan yang begitu luas dan begitu luar biasa kepadaku untuk aku gunakan ke jalanmu?

Kapankah itu ya Allah?

Akankah aku saat ini sampai akhir hayat ku akan tetap menjadi seseorang yang tidak sanggup memberi kepada orang lain, sampai-sampai aku terus yang diberi dan dikasihani.
Aku tetap tidak kecewa untuk terus berdoa kepadamu ya Allah.

Ampunilah dosa-dosaku ya Allah, mungkin semua cobaan yang engkau berikan kepadaku tersebut, sebagai rasa sayangmu kepadaku. Sebagai rasa cintamu kepadaku, agar dosa-dosaku dapat berguguran dengan cobaan-cobaan yang terus datang kepadaku.

Ampunilah aku Ya Allah.
Ampunilah aku Ya Allah .


Respon:

0 komentar:

Post a Comment