12 October 2017

Entah kamu bakaln baca tulisan ini atau enggak,

Entah kamu bakaln baca tulisan ini atau enggak,

Baru saja beberapa waktu, mungkin baru beberapa bulan yang lalu, aku bisa terlepas dari jeratan rindu, atau mungkin perasaan suka yang amat mendalam. Perasaan sakit dan perih yang sudah aku tahan bertahun-tahun. Butuh lima tahun aku baru bisa meredakan rasa sakit tersebut. Aku sangat bersyukur tak lagi memilki penyakit hati tersebut.

Tapi, baru beberapa saat saja, mungkin baru beberapa bulan, atau bahkan minggu. Bayang-bayang penyakit ini mulai muncul kembali.

“Seneng dong ya, kan bisa ketemu sama orang yang sama-sama peduli dan sayang sama kita?, ya gak sih?”

Tapi itu tuh ibarat makanan lezat yang beracun, ibarat bunga indah yang penuh duri dibawahnya.

Gak paham ?

Mungkin keliatanya bahagia banget ya, kayak di instagram gitu, saling nunjukin rasa sayang.

Tapi apakah Allah memang me ridho i tindakan tindakan seperti itu ?

Tidak, tidak sama sekali, kecuali kamu dengan ku itu halal.

Memang sejak awal, aku salah satu penyebab ini semua terjadi. Aku yang terlalu pengen tahu kamu dan kehidupanmu, sampai-sampai membuatmu NYAMAN dan KANGEN sama aku. Aku gak pernah bermaksud membuatmu seperti itu.

Ada dua hal pilihan yang bisa aku ambil ketika itu sudah terjadi,

Satu,
Meneruskan hubungan, tetap saling komunikasi. Setelah lama-kelamaan, Penyakit ini semakin kronis dan menjalar kemana-mana. Dari awalnya yang Cuma chat-an, kemudian pengen ketemu, kemudian pengen maen bareng, pengen bikin cerita bareng.

Tapi tahukah kamu, pilihan ini begitu banyak dosa didalamnya. Hari-hari kita tidak sengaja membuat dosa  setiap detiknya. Apalagi sampai berpegangan tangan dan lebih lebih.

Aku gak pengen menjadi salah satu penyebab banyaknya dosa yang kamu miliki.

Dua,
Menghentikan hubungan, 
Mungkin bagi perasaan kita, ini pilihan yang begitu kejam.

“Bagaimana tidak ?, orang yang kita sayang tiba-tiba pergi menjauh, tiba tiba dia cuek.”

Aku hati kamu pasti sakiitt banget, pasti rasanya kayak durii ditusuk-tusuk. Aku juga ngalamin yang sama. Udah beberapa hari ini aku gak bisa tidur dengan tenang. Apalagi setelah melihat tulisanmu yang mengungkapkan rasa sakit yang kamu alami. Rasanya aku perlu banget buat ngasih kejelasan LAGI ke KAMU.

------------------------------

Dulu aku pernah pamit buat gak komunikasi lagi sama kamu kan ?

Awalnya memang sakit, tapi lama-lama sedikit bisa kan ?

Sekarang aku pamit lagi.

Dan kali ini rasanya begitu sakitt kan, jauh berbeda dari sakit yang dulu.?

----------------------------

Seperti itu cinta, dia semakin sakit ketika kau ditinggal oleh orang yang begitu kau sayangi.

Semakin engkau sayang, semakin sakit pula efeknya.

-----------------------------

Lima tahun sudah aku mengidap rasa sakit itu dihatiku. Baru beberapa saat saja, apakah aku harus kembali mengidap rasa sakit yang sama untuk lima tahun kedepan ?

-----------------------------

Mungkin ini adalah pilihan yang terbaik, dengan pergi darimu, 
memang aku sangat ingin mendengar ceritamu hari ini, esok maupun lusa. 
menjadi tokoh utama pada cerita-cerita indahmu, baik suka maupun duka mu.

Tapi aku tak tahu jalan apa yang akan kita temui nanti dari perpisahan ini.

Terlalu sulit anganku membayangkan dirimu sebagai  teman hidupku nanti.

Dengan beberapa  target-target yang harus SEGERA dan DENGAN CEPAT aku CAPAI, aku tak tahu bisa mencapai nya kapan, Mungkin 6 sampai 7 tahun, mungkin juga bisa lebih cepat.

Umurmu sekarang sudah 22 tahun, 7 tahun lagi kau akan berumur 29 tahun. Aku tidak percaya di 7 tahun kedepan nanti tidak ada ikhwan lain yang berusaha menghalalkanmu. Aku yakin pasti ada ikhwan yang jauh lebih baik, lebih mapan, lebih segalanya dariku yang berusaha menghalalkanmu.

Sekali lagi jika itu terjadi, “JANGAN TOLAK”.

Di umur ke 29 atau hampir mendekati 30 tahun, seroang akhwat pasti akan merasakan iri, begitu iri melihat teman-temannya yang sudah memiliki malaikat kecil dikehidupannya.

Dan aku tidak ingin membuat mu sengsara dengan menungguku selama 7 tahun*.

Dilihat dari sudut pandang manapun, perintah Allah memang terbaik.

“bayangkan jika kau dan aku begitu dekat beberapa tahun kedepan, dan tiba-tiba ada seseorang yang datang untuk menghalalkanmu, dirinya sudah mapan, dan aku belum siap. Pada akhirnya Allah bisa saja berkehendak bahwa dialah jodohmu”

Bayangkan seberapa sakit aku nanti ketika perasaan suka ku sudah tumbuh jauh lebih besar dari saat ini.

Lebih baik aku memadamkan perasaan ini sebelum tumbuh membesar sampai aku tak bisa memadamkannya.

Bukankah aku dulu pernah cerita bagaimana aku bisa jatuh cinta ?

meskipun aku tak pernah engkau maafkan, tapi ini adalah jalan yang paling aman. jalan yang begitu terjal tapi lurus dengan selamat.

lupakan aku,

nikmati hidupmu.

kamu punya banyak sahabat baik kan ?

hilang satu gak pa pa lah yaa. 






Respon:

0 komentar:

Post a Comment